Uang Tunai Hasil Penggeledahan Kasus Nurdin Abdullah Sebesar Rp 3,5 Miliar

publicanews - berita politik & hukumRumah dinas Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Saat menggeledah rumah pribadi dan rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, 1 dan 2 Februari lalu, KPK mengamankan sejumlah uang tunai. Setelah dihitung, nilai total uang tersebu sekitar Rp 3,5 miliar.

Selain kedua rumah Nurdin di Makassar, penyidik juga menggeledah rumah dinas Sekretaris Dinas PUTR Pemprov Sulsel dan kantor Dinas PUTR.

"Setelah dilakukan perhitungan, dari penggeledahan dimaksud ditemukan uang rupiah sekitar Rp 1,4 miliar, mata uang asing sebesar 10 ribu dolar AS (Rp 143 juta lebih) dan 190 ribu dolar Singapura (Rp 2 miliar lebih)," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Kamis (4/3).

Terhadap uang senilai total Rp 3,5 miliar lebih tersebut penyidil akan memverifikasi dan mengnalisa soal keterkaitannya dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Nurdin.

KPK menduga politikus PDIP itu menerima total Rp 5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 sebesar Rp 2 miliar dari kontraktor Agung Sucipto, yang diserahkan melalui Sekretaris Dinas PU Edy Rahmat.

Selain itu, Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain, di antaranya pada akhir 2020 sebesar Rp 200 juta dan pertengahan Februari 202 melalui ajudannya Samsul Bahri sejumlah Rp 1 miliar. Kemudian awal Februari 2021, Nurdin melalui Samsul Bahri menerima Rp 2,2 miliar.

Nurdin dan Edy disangkakan melanggar pasal 12 huruf a dan pasal 12 huruf b, atau pasal 11 dan pasal 12 B besar Undang-undang Nomor 31 1999 tentang Pemberantatsan Tipikor.

Adapun Agung disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU yang sama jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top