KPK Cegah Keluar Negeri Pejabat Ditjen Pajak Tersangka Suap

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Alexander Marwata. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Belum resmi menetapkan tersangka, tapi KPK telah mencekal seorang pejabat Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen) Kemenkeu ke luar negeri.

"Umumnya setiap tersangka yang ditetapkan itu kita cegah ke luar negeri," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/3).

Alex tidak menyebutkan nama karena tidak ingin mengganggu penyidik KPK yang tengah menyelesaikan perkaranya.

"Kami tidak mengungkap nama atau perusahaan terkait. Supaya teman-teman penyidik tidak terganggu dengan kegiatan pemeriksaan dan pencarian barang bukti," Alex menjelaskan.

Beredar kabar, pejabat Ditjen Pajak yang tengah disidik adalah Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Angin Prayitno Aji. Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan itu kabarnya telah dipecat pada Senin (1/3). Nama Angin tiba-tiba hilang dari daftar nama pejabat Ditjen Pajak ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani marah pada Rabu (3/3) kemarin.

Belum ada penjelasan apakah hilangnya nama Angin ada hubungan dengan penyidikan KPK soal dugaan suap puluhan miliar dan pernyataan pers Menteri Sri Mulyani.

KPK Sidik Kasus Dugaan Pemerasan Puluhan Miliar Oleh Pemeriksa Pajak

Alex memastikan pengumuman tersangka beserta konstruksi perkaranya akan diumumkan pada saatnya.

"Nanti pada saatnya ada upaya khususnya dengan penahanan nanti kita umumkan tersangkanya sekaligus kita lakukan penahanan," katanya.

Ia mengingatkan agar kasus kongkakingkong pajak tidak terulang. Untuk itu wajib pajak harus patuh melakukan kewajibannya.

"Pada kesempatan ini kami mengimbau kepad WP, bayarlah pajak sesuai ketentuan. Kalau tidak puas dengan hitungan dari aparat pajak, ada upaya hukum, yaitu melakukan keberatan. Kalau keberatan tidak diterima, bisa ajukan banding. Itu mekanismenya," Alex menegaskan.

Pada Selasa (2/3) lalu, KPK mengungkapkan tengah melakukan penyidikan kasus dugaan suap di Ditjen Pajak. Diduga suap tersebut melibatkan pejabat Ditjen Pajak dan tim pemeriksa. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top