Korupsi IPDN

KPK Panggil Kabiro Perencanaan Kemendagri

publicanews - berita politik & hukumMantan PPPK Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Setjen Kemendagri Dudy Jocom. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kabiro Perencanaan dan Anggaran Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Lukman Nul Hakim dimintai keterangan dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kampus IPDN di Gowa, Sulawesi Selatan.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DJ (Dudi Jocom)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (3/3).

Dudy kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. KPK juga menetapkan dua tersangka dari PT Waskita Karya, yakni Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I Adi Wibowo dan Kepala Divisi Konstruksi VI Dono Purwoko.

KPK menduga mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kemendagri itu melalui kenalannya menghubungi beberapa kontraktor untuk mengerjakan proyek Kampus IPDN. Mereka menggelar pertemuan di sebuah kafe di Jakarta dan menyepakati soal pembagian proyek. Kampus IPDN di Gowa, Sulsel, digarap Waskita Karya, sementara PT Adhi Karya memegang proyek di Minahasa, Sulut. Dudy Jocom cs diduga meminta imbalan 7 persen dari setiap proyek itu.

Negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp 21 miliar berdasarkan kekurangan pekerjaan pada kedua proyek tersebut. Rinciannya, pembanungan Kampus Gowa merugi Rp 11,18 miliar, dan Rp 9,378 miliar untuk kampus di Minahasa.

Dudy, Adi Wibowo, dan Dono Purwoko disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top