Geledah Rumah Nurdin Abdullah, KPK Sita Uang Tunai Lagi

publicanews - berita politik & hukumGubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat diumumkan sebagai tersangka, di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Hari ini KPK menggeledah rumah pribadi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan Kantor Dinas PUTR. Penggeledahan untuk mendalami bukti-bukti kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam proyek infrastruktur 2020-2021.

"Dari dua lokasi tersebut ditemukan dan diamankan bukti diantaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini dan sejumlah uang tunai," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Selasa (2/3).

Soal jumlah uang tunai yang diamsbkan, penyidik KPK sedang menghitungnya. "Selanjutnya terhadap dokumen dan uang tunai dimaksud akan dilakukan validasi dan analisa lebih lanjut dan segera dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini," kata Ali.

Politikus PDIP itu diduga menerima total Rp 5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp 2 miliar dari kontraktor Agung Sucipto, yang diserahkan melalui Sekretaris Dinas PU Edy Rahmat.

Selain itu, Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain, di antaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima Rp 200 juta dan pertengahan Februari 202 melalui ajudannya bernama Samsul Bahri menerima Rp 1 miliar. Kemudian awal Februari 2021, Nurdin melalui Samsul Bahri menerima Rp 2,2 miliar.

Nurdin dan Edhy disangkakan melanggar pasal 12 huruf a dan pasal 12 huruf b, atau pasal 11 dan pasal 12 B besar Undang-undang Nomor 31 1999 tentang Pemberantatsan Tipikor.

Adapun Agung disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU yang sama jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top