Suap Proyek PUPR

KPK Dalami Fee Proyek yang Diterima Bupati Muara Enim

publicanews - berita politik & hukumBupati Muara Enim Juarsah. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bupati Muara Enim Juarsah diduga meminta imbalan dari sejumlah proyek pada Dinas PUPR. Kemarin, penyidik KPK mendalami penerimaan uang politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu lewat saksi Kepala BPKSDM Kabupaten Muara Enim Harson dan pejabat pada bagian rumah tangga rumah dinas bupati Habibi.

"Para saksi didalami pengetahuannya terkait dugaan penerimaan sejumlah uang oleh tersangka JRS," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/3).

KPK menyatakan Juarsah aktif menentukan pemenang proyek-proyek infrastruktur di daerahnya. Untuk itu ia mendapatkan imbalan.

Semua diawali pada 2019, ketika Dinas PUPR melaksanakan proyek pembangunan jalan.

"JRH diduga turut menyepakati dan menerima sejumlah uang berupa commitment fee dengan nilai 5 persen dari total nilai proyek. Salah satunya diberikan oleh ROF (Robi Okta Fahlefi)," ujar Deputi Penindakan KPK Karyoto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, 15 Februari 2021.

Aktif Menentukan Pemenang Proyek, Bupati Juarsah Dapat Rp 4 Miliar

Juarsah semula adalah wakil bupati. Setelah Bupati Ahmad Yani dijerat KPK, ia naik jabatan jadi bupati 2020-2023 meneruskan sisa masa jabatan Ahmad Yani.

Penyidik menduga Juarsah sudah berperan aktif menentukan pembagian proyek-proyek pada Dinas PUPR. Ia menjadi Plt Bupati Muara Eni pada Desember 2019-2020.

Juarsah mendapatkan fee sekitar Rp 4 miliar secara bertahap melalui perantaraan Kabid Pembangunan Jalan dan PPM pada Dinas PUPR Elfin MZ Muhtar.

KPK menjerat Juarsah dengan Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kemudian Pasal 11 UU yang sama jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 12B UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top