Suap Ekspor Lobster

KPK Pertanyakan BNI yang Tak Blokir Rekening Tersangka

publicanews - berita politik & hukumEdhy Prabowo (kiri) dan Andreau Misanta Pribadi bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 22 Februari 2021. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK mempertanyakan mengapa rekening milik eks Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Andreau Misanta Pribadi belum juga diblokir Bank BNI. Padahal KPK telah meminta blokir rekening milik tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benur tersebut.

Kemarin penyidik KPK meminta keterangan Legal Divisi Hukum Bank BNI Kantor Pusat Amanda Tita Mahesa untuk mengetahui alasannya.

"Didalami pengetahuannya terkait dugaan alasan tidak terblokirnya salah satu rekening bank milik tersangka AMP dimana sebelumnya Tim Penyidik KPK telah melakukan pemblokiran untuk seluruh rekening bank milik tersangka AMP tersebut," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Selasa (2/3).

Sementara untuk saksi swasta Syammy Dusman, penyidik mendalami dugaan aliran uang dari Edhy Prabowo ke berbagai pihak. Sumber uang berasal dari kutipan para ekspoktir benur yang mendapatkan izin KKP tahun 2020.

Adapun kepada Mulyanto, penyidik menelusuri pengelolaan uang oleh tersangka sekretaris pribadi Amiril Mukminin atas perintah bosnya Edhy Prabowo.

Kemudian saksi Asep Abidin Supriatna, penyidik mengkonfirmasi pembelian rumah oleh Edhy melalui tersangka Amiril Mukminin.

Selain ketiga tersangka yang telah disebut di atas, KPK juga menjerat Stafsus Menteri KP Safri (SAF) dan pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi Pranoto Loe, staf Istri Menteri KP Ainul Faqih, dan Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama Suharjito yang saat ini tengah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadhi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap Rp 10,2 miliar dan 100 ribu dolar AS dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin agar PT DPP miliknya dapat izin ekspor benur. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top