Buron Koruptor

KPK Meyakini Harun Masiku Masih di Dalam Negeri

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Alexander Marwata. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua KPK Alexander Marwata masih meyakini buron kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR Harun Masuki berada di dalam negeri. Namun dengan catatan jika sistem keimigrasian kita benar dan berjalan baik.

"Pintu-pintu keluar yang resmi itu kan sudah ditutup. Kecuali dia kemudian keluarnya lewat pintu-pintu yang tidak terdeteksi, seperti perahu kan. Kalau lewat pintu resmi yang dijaga imigrasi, engga akan lolos," kata Alex, sapaannya, saat ditanyai perkembangan perburuqn Harun di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/3).

Ia kembali memastikan KPK telah membentuk satgas khusus untuk pencarian DPO. Ada dua satgas.

"Karena bukan hanya Harun Masiku yang kami cari, tapi ada yang lainnya. Kita tetap berusaha cari yang bersangkutan, bahkan sudah libatkan pihak kepolisian," ujar Alex.

Alex menambahkan, bila ada masyarakat yang mengetahui keberadaan Harun agar segera memberikan laporan.

Harun ditetapkan sebagai buron sejak 17 Januari 2020. Ia menghilang setelah penyidik KPK menyergap tiga tersangka, yaitu eks anggota KPU Wahyu Setiawan, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan kader PDIP Saeful Bahri secara terpisah di Jakarta pada 8 Januari 2020.

Dalam kasus ini KPK menduga Harun menyuap Wahyu agar menggolkan keinginannya menjadi anggota DPR melalui mekanisme PAW. Ia menyuap Wahyu Rp 600 juta lewat kolega separtainya Saeful Bahri. Oleh Saeful, duit dserahkan lewat Agustiani Tio Fredelina, orang kepercayaan Wahyu.

Ketiganya telah menjalani vonis masing-masing. Saeful diganjar 1 tahun 8 bulan penjara. Adapun Agustiani Tio dihukum 4,5 tahun dan Wahyu 8 tahun penjara. (han)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah04 Maret 2021 | 19:57:42

    Ayo cari sampai dapat..... biar banyak yg mabok....🤣

  2. Anak Gaul @gakasikah04 Maret 2021 | 19:57:40

    Ayo cari sampai dapat..... biar banyak yg mabok....🤣

Back to Top