Korupsi Bansos Covid-19

KPK Dalami Jatah Bansos untuk PT RPI

publicanews - berita politik & hukumKomisaris PT Rajawali Parama Indonesia Daning Saraswati. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK mendalami dokumen penunjukan PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 dari Komisaris PT RPI Daning Saraswati. Siang tadi penyidik memeriksa Daning untuk melengkapi berkas tersangka Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos Matheus Joko Santoso.

"Tim Penyidik KPK masih terus mendalami penyitaan dokumen yang berhubungan dengan perkara dan juga terkait penunjukan PT RPI yang mendapatkan proyek bansos tahun 2020 untuk wilayah Jabodetabek di Kemensos," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/3).

RPI diduga milik Matheus Joko Santoso, salah satu tersangka dugaan suap pengadaan paket bansos Covid-19. Tersangka lainnya adalah mantan Mensos Juliari Peter Batubara, PPK di Kemensos Adi Wahyono serta pengusaha Ardian Iskandar Maddanatja dan Harry Van Sidabukke.

Ardian dan Harry, tersangka pemberi suap, KPK telah merampunkan berkas penyidikannya dan kasusnya segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Juliari diduga menerima suap senilai Rp17 miliar dari "fee" pengadaan bansos sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek.

Untuk "fee" tiap paket bansos disepakati oleh Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket bansos. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top