Protokol Kesehatan

Pengacara Punya Bukti Penangkapan Rizieq Tidak Sah

publicanews - berita politik & hukumPengacara Rizieq Syihab, Alamsyah menunjukkan bukti penangkapan dan penahanan kliennya dinilai tidak sah dan cacat hukum di PN Jakarta Selatan, Senin (1/3). (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua tim kuasa hukum, Rizieq Syihab, Alamsyah Hanafiah telah menyiapkan bukti penangkapan dan penahanan kliennya tidak sah dan cacat hukum.

"Kami siapkan permohonan dengan melampirkan dua alat bukti, yakni surat penangkapan dan surat penahanan. Kedua surat itu didasari dengan dua surat perintah penyidikan," kata Alamsyah usai sidang gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan, Senin (1/3).

Ia menganggap cacat hukum tersebut karena adanya dua surat perintah penyidikan. Menurutnya, berdasarkan KUHAP dan Protap Kapolri bahwa surat perintah penyidikan itu hanya diatur satu.

Oleh sebab itu, Alamsyah menilai adanya kerancuan dan tanda tanya besar tentang asal mula penangkapan dan penahanan Rizieq Syihab. Tampak jelas, lanjut Alamsyah, penyidikan perkara kerumunan massa Rizieq terkesan dipaksakan.

"Itu yang kami persoalkan secara hukum administrasi karena cacat hukum. Ditambah lagi pasal tentang berkerumun, lalu diadopsi lagi pasal 160 penghasutan. Padahal di pasal 93 tak ada tentang penghasutan, adanya berkerumun tentang prokes," Alamsyah menjelaskan.

Ia memastikan bukti tersebut akan diajukan ke persidangan Senin (8/3) pekan depan karena sidang hari ini karena pihak termohon, yakni Bareskrim, tidak hadir kedua kalinya.

Hakim tunggal Suharno memberikan kesempatan satu kali lagi kepada pihak termohon untuk hadir. "Dengan catatan jika tidak hadir lagi maka persidangan dilanjutkan," ujar Suharno dalam ruang sidang hari ini. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top