Dicokok KPK Saat Tidur, Gubernur Sulsel Miliki Tanah dari Bentaeng hingga Tangsel

publicanews - berita politik & hukumNurdin Abdullah (topi biru) di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dibawa petugas KPK terbang ke Jakarta, Sabtu (27/2). (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dicokok KPK dalam operasi senyap pada Jumat (26/2) malam, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah termasuk kepala daerah yang memiliki harta puluhan miliar. Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), politikus yang diusung PDIP, PKS, PAN pada Pilkada 2018 itu memiliki total kekayaan sebesar Rp 51.356.362.656.

Berdasarkan pengumuman LHKPN yang tercantum dalam laman https://elhkpn.kpk.go.id, Nurdin terakhir melaporkan kekayaannya pada 29 April 2020 .

Tercatat Nurdin memiliki 54 tanah senilai Rp 49.368.901.028 yang tersebar di Kota Makassar, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Soppeng, dan Kabupaten Bantaeng.

Mantan Bupati Bantaeng ini punya satu unit mobil Toyota Alphard senilai Rp 300 juta. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 271,3 juta, kas dan setara kas Rp 267.411.628 serta harta lainnya senilai Rp 1,15 miliar. Total harta Nurdin sebenarnya senilai Rp 51.357.612.656.

Namun demikian politikus PDIP itu juga tmemiliki utang Rp 1,25 juta. Dengan demikian total hartanya adalah Rp 51.356.362.656.

Nurdin telah tiba di Gedung KPK pukul 09.45 WIB. Saat di Bandara Soetta tadi, ia mengaku tengah tertidur saat tim penyidik KPK mendatanginya.

"Saya lagi tidur, dijemput jadi belum tahu," ujar Nurdin yang mengenakan jaket berwarna hitam itu.

Selain Nurdin, tim KPK turut memboyong lima orang lainnya, yakni seorang pengusaha dan empat bawahannya.

Barang bukti yang turut diamankan oleh Tim KPK yaitu 1 (satu) koper uang senilai Rp1 miliar yang di amankan di Rumah Makan Nelayan Jl. Ali Malaka, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar. (Han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top