KPK Panggil Sejumlah Saksi Untuk Kasus Cukai di Bintan

publicanews - berita politik & hukumMantan Kepala Badan Pengelola (BP) Kawasan Perdagangan Bebas Bintan Mardiah, usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Tanjungpinang, Kepri, Kamis (25/2) siang. (Foto: Keprinews)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK kembali memanggil mantan Kepala Badan Pengelola (BP) Kawasan Perdagangan Bebas Bintan Mardiah hari ini dalam kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan. Kemarin, penyidik sudah memeriksa Mardiah yang kini menjabat Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Bintan tersebut.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Kepolisian Tanjungpinang," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Jumat (26/2).

Selain Mardiah, penyidik KPK juga memeriksa Sekretaris DPRD Bintan Muhammad Hendri, yang pernah menjabat Wakil Kepala BP Bintan 2011-3013. Lalu anggota Bidang Pengawasan dan Pengendalian BP Bintan Radif Anandra.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Publicanews, ada dugaan kasus tersebut tentang korupsi cukai rokok.

Pada 26 November 2020 lalu, ada demo belasan orang di depan Gedung KPK, Jakarta, dari Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak). Mereka meminta kepastian status hukum Bupati Bintan Apri Sujadi dalam kasus dugaan korupsi proses ilegal cukai rokok.

Pagi Ini Bupati Bintan Kembali Dilantik, Kasus Cukai Rokok Menanti

“Jika memang ditetapkan sebagai tersangka, kita alhamdulillah. Kalau tidak juga kita alhamdulillah,” ujar Kordinator Aksi Barak Yudi Pranata.

Yudi meminta KPK tegas dan bijaksana dalam menetapkan status Apri Sujadi, Bupati Bintan 2015-2020.

Benarkah kasus yang tengah disidik KPK adalah manipulasi cukai rokok yang melibatkan Bupati Apri Sujadi? Sesuai kebijakan pimpinan KPK era Firli Bahuri, Ali Fikri belum bisa menjelaskan konstruksi perkara maupun tersangkanya.

"Pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan terhadap para tersangka," ujar Ali (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top