Korupsi Bansos Covid-19

ICW Pertanyakan Hilangnya Nama Ihsan Yunus Dalam Dakwaan Jaksa

publicanews - berita politik & hukumRekonstruksi kasus bansos yang digelar KPK pada 1 Februari 2021 (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) mempertanyakan tidak tercantumnya nama politisi PDIP Ihsan Yunus dalam dakwaan Harry Van Sidabukke, penyuap eks Mensos Juliari Peter Batubara. Menurut peneliti ICW Kurnia Ramadhana hilangnya nama eks Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu janggal karena dalam rekonstruksi yang dilakukan KPK pada 1 Februari lalu Ihsan disebut-sebut menemui PPK Kemensos Matheus Joko Santoso.

"Setelah mengamati dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum KPK dalam perkara dugaan suap pengadaan paket bantuan sosial sembako di Kementerian Sosial, ICW mempertanyakan hilangnya nama Ihsan Yunus," ujar Kurnia Ramadhana dalam rilisnya, Jumat (26/2).

Bahkan, Kurnia menambahkan, dalam salah satu bagian rekonstruksi yang lalu dijelaskan Harry Van Sidabukke menyerahkan uang total Rp 6,7 miliar dan dua sepeda merek Brompton kepada Agustri Yogasmara, 'operator' Ihsan Yunus.

Hal lain yang dipertanyakan ICW yakni penuntut umum juga tidak menjelaskan siapa Agustri Yogasmara yang ada dalam surat dakwaan. Padahal, dalam rekonstruksi KPK secara gamblang menyebutkan bahwa Agustri Yogasmara adalah operator dari Ihsan Yunus.

"Dakwaan yang baru saja dibacakan tersebut sudah barang tentu menyasar pada tindak pidana yang dilakukan oleh Harry Van Sidabukke. Pertanyaan lanjutannya, apakah memberikan uang miliaran dan sejumlah barang kepada yang diduga sebagai perantara seorang penyelenggara negara tidak dianggap sebagai perbuatan pidana?" kata Kurnia.

ICW juga mengingatkan penting pula ditegaskan Pasal 143 ayat (2) huruf b KUHAP, bahwa surat dakwaan mesti ditulis secara cermat, jelas, dan lengkap.

Untuk itu, ICW mengingatkan kembali kepada pimpinan, Deputi, maupun Direktur di KPK agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum, misalnya melindungi atau menghalang-halangi kerja penyidik untuk membongkar tuntas perkara ini.

"Sekaligus, ICW juga meminta agar Dewan Pengawas mencermati proses alih perkara dari penyidikan ke penuntutan serta pembuatan surat dakwaan untuk terdakwa Harry Van Sidabukke," Kurnia menegaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top