Korupsi Bansos Covid-19

Ihsan Yunus Dicecar Soal Bagi-bagi Jatah Bansos

publicanews - berita politik & hukumIhsan Yunus usai menjalani pemeriksaan Kamis (25/2) malam di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK mengkonfirmasi soal bagi-bagi jatah kuota pengadaan paket bantuan sosial Covid-19 di Kementrian Sosial kepada eks Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ihsan Yunus. Kemarin, penyidik memeriksa politikus PDIP itu sebagai saksi.

"M.R Ihsan Yunus dikonfirmasi antara lain terkait dengan pengetahuannya mengenai pelaksanaan pengadaan bansos di Kemensos TA 2020 dan dikonfirmasi pengetahuannya mengenai adanya dugaan pembagian jatah paket bansos di Kemensos ," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Jumat (26/2)

Nama Ihsan Yunus mulai dikaitkan kasus bansos Corona ini setelah penyidik melakukan rekonstruksi atau reka ulang pada 1 Februari lalu. Dalam rekonstruksi terlihat Ihsan Yunus menemui tersangka Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos terian Matheus Joko Santoso bersama Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial M. Syafi'i Nasution.

Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kemensos itu membahas paket bansos Covid-19. KPK juga mendalami penerimaan uang Rp 1,5 miliar dan dua unit sepeda Brompton kepada Agustri Yogasmara, 'operator' Ihsan Yunus, dari tersangka Harry Van Sidabuke.

Penerimaan uang dan sepeda tersebut muncul dalam reka adegan yang dilakukan penyidik KPK pada 1 Februari lalu.

Kabar yang beredar, Ihsan memperoleh 4,6 juta paket bansos senilai Rp 1,3 triliun lewat perusahaan yang dikelola adiknya, Muhammad Rakyan Ikram.

Rumah Ihsan di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulogadung, Jakarta Timur, telah digeledah KPK. Ihsan mengakuinya, namun ia tidak bersedia mengungkapkan barang bukti apa saja yang diamankan KPK.

Sementara Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan penyidik tidak menemukan bukti dokumen pengadaan paket bansos Covid-19 dari rumah Ihsan. Namun, dari informasi yang beredar di kalangan media, sekitar 10 penyidik KPK keluar rumah Ihsan dengan membawa dua koper hitam, pukul 17.55 WIB. Kedua koper tersebut dibawa ke dalam salah satu mobil yang terparkir di depan rumah. Total ada empat mobil KPK.

Ali mengatakan keterangan Ihsan selengkapnya telah tertuang dalam BAP penyidik. "Dan akan kembali dikonfirmasi di depan persidangan yang terbuka untuk umum," ujarnya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top