Pagi Ini Bupati Bintan Kembali Dilantik, Kasus Cukai Rokok Menanti

publicanews - berita politik & hukumAksi mahasiswa Kepri menuntut kejelasan status Bupati Bintan Apri Sujadi dalam kasus dugaan cukai ilegal rokok, di Gedung KPK, Jakarta, 26 November 2020. (Foto: RRI)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketika tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap pejabat Pemkab Bintan di Tanjungpinang, Bupati Apri Sujadi kabarnya tengah di Jakarta. Ia sedang mengurus pelantikannya sebagai bupati periode keduanya, Jumat (26/2).

Penyidik KPK memeriksa dua pejabat Pemkab Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), di Mapolres Tanjungpinang. Keduanya adalah Kepala Dinas Perpustakaan Edi Pribadi dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Mardiah, Kamis (25/2) siang.

Mardiah sempat keluar ruang pemeriksaan untuk salat zuhur. Namun ia menolak berkomentar kepada media mengenai pemeriksaannya. Mardiah adalah mantan Kepala Badan Pengelola (BP) Kawasan Perdagangan Bebas Bintan.

Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt membenarkan adanya pemeriksaan oleh KPK menggunakan salah satu ruangan Mapolres Tanjungpinang. "Maaf saya lagi vikon (video konferensi), terkait hal tersebut saya membenarkan," katanya.

Jubir KPK Ali Fikri mengungkapkan KPK tengah menyidik kasus dugaan korupsi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan (KPBPB). "Bahwa benar, KPK saat ini sedang melakukan penyidikan dugaan TPK terkait pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan," ujar Ali Fikri dalam rilisnya, Kamis (25/2).

Ternyata KPK pernah memeriksa Apri Sujadi di Kantor Perwakilan BPKP Kepri pada awal Desember 2019. Dalam surat pemanggilan bernomor: R-1869/22/11/219 tanggal 22 November 2019, disebutkan Apri dimintai keterangan terkait pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) tahun 2016-2019.

"Sebatas klarifikasi. Adapun materinya mohon maaf tidak bisa kami sampaikan,” kata Ali Fikri, sebagaimana dikutip laman Harian Kepri, Desember 2019.

Kasus Bintan Soal Cukai Rokok dan Ada Nama Bupati?

Apri diketahui pernah menjabat Wakil Kepala Dewan KPBPB 2016-2019. Ia menjadi Bupati Bintan periode 2015-2020, lalu memenangkan kembali Pilkada Bintan 2020 lalu.

Setelah pemeriksaan pada akhir 2019 itu tak terdengar lagi kabar KPK meneruskan kasus ini. Karena itulah sejumlah mahasiswa Kepri dua kali mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, yakni pada 6 dan 26 November 2020. Mereka mengatasnamakan diri Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak).

Koordinator aksi Yudi William Pranata saat itu mengatakan kedatangan mereka untuk mempertanyakan perkembangan kasus dugaan korupsi cukai rokok yang dikelola oleh BP KPBPB 2016-2019. Mereka membawa bebek untuk diserahkan KPK, namun saat itu tidak ada yang menemui massa.

"Padahal negara telah dirugikan triliunan rupiah. Tapi, sampai hari ini pimpinan KPK belum memberikan status hukum Apri Sujadi. Apakah tersangka atau hanya menjadi orang koruptor saja," ujar Yudi dalam orasinya.

Hingga saat ini tim penyidik KPK masih tinggal di Tanjungpinang. Pagi ini, Apri Sujadi dijadwalkan dilantik kembali sebagai bupati terpilih periode 2021-2026 di Gedung Daerah Tanjungpinang. Ia berpasangan dengan Roby Kurniawan.

Belum ada konfirmasi apakah KPK akan memeriksa Apri seusai pelantikannya. Juga belum ada respon Apri soal isu ini. (oca)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah26 Februari 2021 | 07:04:20

    Ngeri ngeri sedap 🤣

Back to Top