KPK Panggil Rekanan Penggarap Renovasi Stadion Mandala Krida

publicanews - berita politik & hukumStadion Mandala Krida. (Foto: YouTube/chandra margatama)
PUBLICANEWS, Jakarta - Enam saksi dipanggil KPK dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida di Pemprov Daerah Istimewa Yogyakara (DIY). Renovasi tersebut menggunakan dana APBD 2016-2017 sebesar Rp 174 miliar.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Kepolisian Resort Sleman, Jalan Magelang Km 12,5, Krapyak, Tirtoharjo, Kabupaten Sleman," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (22/2).

Para saksi tersebut yakni PNS Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan Sekretariat Daerah DIY Gutik Lestarna, Kepala Studio PT Arsigraphi Eka Yulianta, Direktur III CV Reka Kusuma Buana Paidi, dan Direktur Utama PT Cipta Baja Trimatra Hendrik Gosal. Kemudian Direktur PT Eka Madra Sentosa Ahmad Edi Zuhaidi dan Komisaris PT Bimapatria Pradanaraya Bima Setyawan.

Pada Kamis (18/2) pekan lalu, KPK menggeledah kantor PT Arsigraphi di Jalan Nogotirto, Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman. Sebelumnya pada 11 Desember 2020, tim penyidik memeriksa Direktur Utama PT Arshigraphi Sugiharto.

Diduga terjadi kongkalikong dalam renovasi stadion kebanggaan warga Yogyakarta itu. Stadion hasil renovasi diresmikan oleh Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X pada 10 Januari 2019. Pembangunannya menghabiskan anggaran Rp 174 miliar.

Proses perencanaan dimulai pada 2012. Kemudian pengerjaan renovasi berlangsung sejak 2013 hingga 2018. Stadion itu kini bernama Mandala Krida Baru.

Mahkamah Agung pada 19 November 2020 dalam putusan kasasinya mendenda 6 kontraktor peserta tender sebesar Rp 7,8 miliar karena terbukti bersekongkol dalam tender proyek tersebut.

Hingga saat ini KPK belum menyampaikan konstruksi perkara dan tersangkanya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top