Suap Ekspor Lobster

KPK Dalami Aset-aset Edhy Prabowo dari Duit Korupsi

publicanews - berita politik & hukumKepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian KP Sjarief Widjaja. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK terus mendalami aset-aset yang diduga dibeli eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dari uang kutipan eksportir benur. Hari ini penyidik memanggil Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka EP," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (22/2).

Selain Sjrief, KPK juga memanggil lima saksi lainnya, yakni notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Ananta Rivandi Widjajaatmadja dan Selasih J. Rusma. Kemudian karyawan swasta Dina Susiana serta mahasiswa Yunus Yusniani.

KPK menduga Edhy menerima sejumlah uang dari pemilik PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito. DPP telah 10 kali mengirim benih lobster dengan menggunakan jasa PT ACK.

Monopoli itu dimulai dengan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster yang diterbitkan Edhy pada 14 Mei 2020.

Selain Edhy, KPK turut menetapkan tersangka kepada Andreau Misanta Pribadi, Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri, dan sekretaris pribadi Amiril Mukminin. Kemudian pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi, dan Ainul Faqih selaku staf istri Edhy. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top