KPK Telusuri Uang Suap Benur ke Sejumlah Orang

publicanews - berita politik & hukumEks Menteri KP Edhy Prabowo. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK menduga uang eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Edhy yang dikelola asisten pribadinya Amiril Mukminin dan staf khusus Andreau Misanta Pribadi turut dinikmati sejumlah pihak.

Penyidik mengkonfirmasinya lewat saksi tenaga ahli DPR Chusni Mubarok pada Jumat (19/2).

"Chusni didalami pengetahuannya terkait dugaan aliran sejumlah uang yang dikelola oleh tersangka AM dan tersangka AMP yang turut mengalir ke berbagai pihak," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/2).

Ali tidak menjelaskan pihak-pihak lain yang menerima uang haram itu. Demikian pula dengan total uangnya.

Edhy diduga menerima sejumlah uang dari pemilik PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito. DPP telah 10 kali mengirim benih lobster dengan menggunakan jasa PT ACK. Ekspirtir dikutip Rp 1.800 per ekor lobster.

Monopoli itu dimulai dengan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster yang diterbitkan Edhy pada 14 Mei 2020. 

Selain Edhy sebagai penerima suap, KPK turut menetapkan Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF) dan Andreau Misanta Pribadi (AMP), Amiril Mukminin (AM) dari unsur swasta/sekretaris pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), dan Ainul Faqih (AF) selaku staf istri Edhy. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah25 Februari 2021 | 03:56:28

    Bongkar habis. Miskinkan. Biar kapok.😅🤣🙃

Back to Top