Digugat MAKI, KPK Tegaskan Kasus Bansos Tidak Akan Berhenti

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK menghormati gugatan praperadilan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam gugatannya Koordinator MAKI Boyamin Saiman menilai KPK menelantarkan 20 izin penggeledahan yang telah dikeluarkan Dewan Pengawas KPK dan tak kunjung memeriksa anggota DPR Ihsan Yunus.

"KPK menghormati hak masyarakat, termasuk tentu Boyamin Saiman, dalam ikut mengawasi proses penyelesaian penyidikan perkara dugaan korupsi di Kemensos tersebut," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Jumat (19/2).

Ali menjelaskan, penyidik KPK masih terus melakukan penyidikan, antara lain dengan melakukan pemanggilan saksi untuk melengkapi pembuktian unsur pasal dalam berkas perkara.

Soal pengabaian terhadap 20 izin penggeledahan, Ali beralasan hal tersebut merupakan bagian dari strategi penyidikan dalam upaya pencarian kelengkapan alat bukti. "Sehingga tentu mengenai tempat dan waktu kegiatan termasuk informasi yang dikecualikan menurut undang-undang," katanya.

Begitu pula mengenai penilaian MAKI yang menyebut KPK lamban memanggil ulang politikus PDIP Ihsan Yunus. Menurut Boyamin, pemanggilan Ihsan penting untuk mmengonfirmasi hasil penggeledahan di rumah orang tua Ihsan beberapa waktu lalu.

Menurut Ali, hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penyidikan. "Penggeledahan maupun pemanggilan seseorang sebagai saksi adalah kebutuhan penyidikan bukan karena ada permintaan maupun desakan pihak lain," ujarnya.

"Jadi kami tegaskan sama sekali tidak ada penghentian penyidikan untuk penanganan perkara dimaksud," Ali menambahkan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top