KPK Sita Dokumen dari Kontraktor Renovasi Stadion Mandala Krida

publicanews - berita politik & hukumStadion Mandala Krida. (Foto: Instagram/@mandala_krida)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kemarin, penyidik KPK kembali menggeledah dua kantor swasta di Yogyakarta untuk mendalami bukti dugaan korupsi renovasi Stadion Mandala Krida. Proyek ini didanai APBD Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta 2016-2017.

"Tim Penyidik KPK telah melakukan kegiatan penggeledahan di dua tempat di wilayah DIY, yaitu Kantor PT DMI Cabang Yogyakarta yang berlokasi di Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok Kabupaten Sleman, dan Kantor PT Arsigraphi Jalan Nogotirto, Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Jumat (19/2).

Tim penyidik mengamankan barang bukti diantaranya dokumen yang terkait dengan perkara. "Berbagai barang bukti tersebut selanjutnya akan dianalisa dan diverifikasi untuk mendapatkan izin penyitaan sebagai bagian dari kelengkapan berkas penyidikan," Ali menambahkan.

Pada Rabu (17/2) lalu, KPK juga menggeledah dua lokasi di DIY, yakni Kantor Badan Pemuda dan Olahraga DIY dan Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY. Dari dua lokasi tersebut, KPK juga menyita sejumlah dokumen.

Telusuri Korupsi Stadion Mandala Krida, 9 Saksi Dipanggil KPK

KPK pernah memeriksa Direktur Utama PT Arshigraphi Sugiharto pada 11 Desember 2020. Diduga terjadi kongkalikong dalam renovasi stadion kebanggan warga Yogyakarta itu.

Stadion hasil renovasi ini diresmikan oleh Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X pada 10 Januari 2019. Pembangunannya menghabiskan anggaran Rp 174 miliar. Proses perencanaan dimulai pada 2012. Kemudian pengerjaan renovasi berlangsung sejak 2013 hingga 2018. Stadion itu kini bernama Mandala Krida Baru.

Mahkamah Agung pada 19 November 2020 dalam putusan kasasinya mendenda 6 kontraktor peserta tender sebesar Rp 7,8 miliar karena terbukti bersekongkol dalam tender proyek tersebut. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top