Suap Ekspor Lobster

KPK Telusuri Sewa Apartemen Edhy Prabowo Lewat Saksi Putri Elok

publicanews - berita politik & hukumAmiril Mukminin, sekretaris pribadi Edhy Prabowo. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Eks Menteri Kelautan dan Perikanan diduga juga menggunakan uang kutipan dari eksportir benur untuk menyewa apartemen. Ia memerintahkan sekretaris pribadinya, Amiril Mukminin, untuk melakukan itu.

Penyidik KPK mendalami soal penyewaan apartemen tersebut lewar saksi swasta Putri Elok, kemarin.

"Putri Elok didalami pengetahuannya terkait adanya penyewaan unit apartemen oleh tersangka AM (Amiril Mukminin) atas perintah tersangka EP," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Rabu (17/2) malam.

KPK menduga Edhy menerima sejumlah uang dari pemilik PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito. DPP telah 10 kali mengirim benih lobster dengan menggunakan jasa PT ACK. Ekspirtir dikutip Rp 1.800 per ekor lobster.

Monopoli itu dimulai dengan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster yang diterbitkan Edhy pada 14 Mei 2020. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top