KPK Dalami Rekening Penampung Suap Benur Lewat Stafsus Edhy Prabowo

publicanews - berita politik & hukumMantan Staf Khusus Menteri KP Andreau Misanta Pribadi. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK mendalami rekening-rekening untuk menampung uang suap dari para eksportir benur. Seperti diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan (saat itu) Edhy Prabowo menerbitkan beleid bahwa ekspor benur hanya bisa melalui PT Aero Citra Kargo (ACK).

Penyidik mengonfirmasi rekening-rekening penampung tersebut dalam pemeriksaan eks Staf Khusus Menteri KP Andreau Misanta Pribadi.

"Tim penyidik KPK melakukan pendalaman terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang yang ditampung melalui beberapa rekening perbankan milik tersangka AMP," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/2).

Ali menjelaskan uang dalam rekening tersebut diduga bersumber dari para eksportir benur, yang kemudian dipergunakan untuk keperluan pribadi Edhy dan istrinya.

Edhy diduga menerima sejumlah uang dari pemilik PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito. DPP telah 10 kali mengirim benih lobster dengan menggunakan jasa PT ACK. Ekspirtir dikutip Rp 1.800 per ekor lobster.

Monopoli itu dimulai dengan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster yang diterbitkan Edhy pada 14 Mei 2020. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top