Korupsi Bansos Covid-19

KPK Dalami Fee yang Dibayarkan Sekretaris Hipmi Jakarta untuk Juliari

publicanews - berita politik & hukumSekreraris Hipmi Jakarta Pusar Harry Sidabukke. (Foto: Tangkapan layar video/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sekretaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jakarta Pusat Harry Van Sidabukke adalah salah satu tersangka dugaan menyuap Menteri Sosial (saat itu) Juliari Peter Batubara. Hari ini penyidik KPK mengonfirmasu soal keterlibatannya dalam proyek pengadaan paket bantuan sosial Covid-19 yang berujung rasuah.

"Didalami keterangannya mengenai cara yang bersangkutan ikut serta dalam proyek pengadaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Jumat (22/1).

Penyidik juga mendalami pemberian imbalan atau fee kepada Juliari dan pejabat Kemensos karena bisa ambil bagian dalam proyek ini.

"Dan dugaan adanya pemberian sejumlah uang kepada pihak-pihak tertentu di Kemensos untuk mendapatkan proyek tersebut," kata Ali.

Dalam kasus ini KPK menduga Juliari mengutip fee dari rekanan sebesar Rp 10 ribu untuk setiap paket bansos yang bernilai Rp 300 ribu. Selain politikus PDIP itu, KPK juga menjerat pejabat pembuat komitmen (PPK) Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, yang juga pemilik PT Rajawali Parama Indonesia.

Sementara tersangka pemberi suap selain Harry Sidabukke adalah Presiden Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama atau PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top