Korupsi Bansos Covid-19

Dirjen Limjamsos Pepen Nazaruddin Tiga Kali Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumDirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos Pepen Nazaruddin. (Foto: Kemensos)
PUBLICANEWS, Jakarta - Untuk Ketiga kali KPK memeriksa Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial (Kemensos) Pepen Nazaruddin. Ia berstatus saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap pengadaan paket bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang menjerat Mensos (saat itu) Juliari Peter Batubara.

Pepen sebelumnya dua kali diperiksa KPK, ykani pada 21 Desember 2020 dan 13 Januari 2021. Penyidik juga pernah menggeledah rumah Pepen di Bekasi, Jawa Barat, dan mengamankan sejumlah dokumen terkait bansos

"Hari ini yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AW (Pejabat Pembuat Komitmen Adi Wahyono)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (22/1).

Selain Pepen, penyidik juga memanggil empat saksi lainnya. Mereka adalah Staf Ahli Mensos Kukuh Ary Wibowo, Sekretaris Perusahaan PT Pertani Muslih, Senior Assistance Vice President (SAVP) Bank Muamalat Indonesia Agustri Yogasmara, dan swasta Yanse.

Hari ini penyidik juga memanggil saksi-saksi untuk berkas perkara Presiden Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama atau PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja. Mereja adalah Direktur PT Integra Padma Mandiri Fera Sri Herawati dan staf PT Pesona Berkah Gemilang Abdurahman. Diduga mereka dari vendor atau rekanan pengadaan paket bansos.

Dalam kasus ini KPK menduga Juliari menerima fee dari rekanan sebesar Rp 10 ribu untuk setiap paket bansos yang bernilai Rp 300 ribu. Selain politikus PDIP itu, KPK juga menjerat PPK Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, yang juga pemilik PT Rajawali Parama Indonesia.

Sementara tersangka pemberi suap yakni Ardian Iskandar Maddanatja, Sekretaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jakarta Pusat sekaligus advokat (nonaktif) Harry Van Sidabukke. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top