KPK Telah Periksa Saksi-saksi Kasus Korupsi di Pabrik Gula Djatiroto

publicanews - berita politik & hukumKantor Pusat PT Perkebunan Nusantara XI di Surabaya. PTPN XI adalah pengelola Pabrik Gula Djatiroto. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK telah meminta keterangan sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan Six Roll Mill 2015-2016 di Pabrik Gula Djatiroto, milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI. Kemarin, yang diperiksa adalah Kepala Urusan Sipil dan Traksi Divisi Teknik 2015-2017 Subagio dan staf Divisi Pengadaan 2014-2015 Djoko Martono.

"Pada saksi Subagio yang bersangkutan dimintai keterangan terkait proses aanwijzing yang diikuti oleh yang bersangkutan dalam pengadaan six roll mill, yaitu terkait hal teknis khususnya mesin dan alat berat," ujar Plt Jubir KPK bidang penindakan Ali Fikri dalam rilisnya, Jumat (22/1). Saksi Djoko meminta penjadwalan ulang.

Pada Rabu (20/1) lalu, penyidik juga memeriksa Kepala Urusan Perencanaan Bisnis Divisi PPB PTPN XI Agus Amanda. Menurut Ali, penyidik mendalami soal tupoksi saat masih menjabat Kepala Urusan Rencana Bisnis. Agus yang melakukan usulan rencana pengadaan di PTPN XI.

Selain Agus, penyidik juga meminta keterangan pensiunan PTPN XI Surabaya Sutarno. Ia mantan staf teknik yang turut dilibatkan dalam proses pengadaan mesin penggiling tebu atau Roller Mill. Kemudian saksi Direktur PT Hastaco Multi Sarana, Adi Wijarwo, tidak memenuhi panggilan dan akan dilakukan penjadwalan kembali.

Kemarin, Ali mengumumkan bahwa KPK tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi di perusahaan perkebunan milik negara di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini. Namun Ali belum mau menjelaskan konstruksi perkara maupun tersangkanya.

Kantor Pusat PTPN XI berkedudukan di Surabaya, namun lokasi maupun kebun PG Djatiroto berada di Lumajang. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top