Sempat Buron, Dua Anak Buah Menteri Edhy Serahkan Diri

publicanews - berita politik & hukumStaf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Andreau Pribadi. (Foto: Instagrm/@andreaupribadi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sempat luput dari operasi senyap KPK, Rabu (25/11) tengah malam, dalam kasus dugaan korupsi perizinan benih lobster, dua tersangka akhirnya menyerahkan diri ke KPK pada Kamis (26/11).

Keduanya adalah staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) yang juga Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreu Pribadi Misata (APM) dan swasta Amiril Mukminin.

"Siang ini sekitar pukul 12.00, tersangka APM dan AM secara kooperatif telah menyerahkan diri dan menghadap penyidik KPK," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Kamis (26/11).

Saat ini keduanya sedang menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan. Ali menjelaskan, setelahnya penyidik akan melakukan upaya paksa penahanan. "Menyusul lima orang tersangka lainnya pasca penangkapan pada Rabu dini hari kemarin," ujar Ali. "Jadwal konpers nanti akan kami infokan," ia menambahkan.

Sosok Andreau Pribadi menarik perhatian banyak pihak, terutama karena latar belakangnya. Andreu merupakan politikus PDIP. Pada 2019, ia mencalonkan diri menjadi anggota DPR mewakili dapil Jawa Barat VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Dia nomor urut 10. Namun ia gagal melenggang ke Senayan hingga akhirnya pada awal 2020 menjadi stafsus Edhy.

Edhy Prabowo Jadi Tersangka, Fadli Zon Sentil Harun Masiku

Di PDIP, Andreau menjabat Kepala Biro Data dan Informasi Badan Kebudayaan Nasional sejak 2017 sampai sekarang. Ia merangkap sebagai Ketua DPD DKI Jakarta Lembaga Anti Narkotika (2017-sekarang), pengawas Yayasan Aku Cinta Anak Nusantara (2017- sekarang), penasihat Angkatan Muda Siliwangi, dan Pengurus Pusat Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara.

Pria kelahiran 17 Januari 1986 ini seorang pengusaha. Andreau menjabat direktur PT. Shadia Warda Utama (2014-), Direktur CV. Luksanjas Beramour (2013-sekarang), dan General Manager PT. Tico Transport (2017-sekarang).

Untunglah ia tak meniru langkah koleganya, Harun Masiku, yang memilih raib dari kejaran KPK.

Dalam perkara ini KPK menetapkan tujuh orang tersangka. Selain Andreau dan Amiril, lima lainnya adalah Menteri Edhy Prabowo, Stafsus Menteri KKP Safri, pengurus PT ACK Siswadi, staf istri menteri Ainul Faqih, dan Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top