Suap Pembahasan APBD

Empat eks Anggota DPRD Jambi Jadi Saksi Kasus Zumi Zola

publicanews - berita politik & hukumEks Gubernur Jambi Zumi Zola. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK terus melakukan pengembangan perkara dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi 2017. Hari ini penyidik memeriksa 11 saksi dari unsur mantan anggota DPRD Jambi hingga kontraktor.

"Hari ini bertempat Kantor Polda Jambi diagendakan pemeriksaan para saksi penyidikan," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Selasa (24/11).

Kesebelas saksi yakni anggota DPRD Jambi 2014 - 2019 dari Fraksi PKB Fahrurrozi, anggota Fraksi PAN Wiwid Iswhara, anggota DPRD Arrakhmat Eka Putra, dan Ketua Fraksi PDIP Zainul Arfan.

Kemudian Direktur PT Fadli Satria Jepara Edi Zulkarnaen, Direktur PT Artha Mega Hendry Attan, swasta Hardono alias Aliang, karyawan PT Athar Graha Persada RD Sendhy Hefria Wijaya, dan swasta Paut Syakarin. Selanjutnya Kontraktor Chandra Ong dan ibu rumah tangga Novalinda.

"Saat ini benar sedang dilakukan penyidikan oleh KPK dalam perkara pengembangan dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi 2017," kata Ali.

Namun Ali belum bisa memberikan informasi lebih spesifik karena masih melakukan serangkaian kegiatan penyidikan. "Untuk pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka belum bisa kami sampaikan saat ini," ia menambahkan.

Sebelumnya dalam perkara ini selain eks Gubernur Jambi Zumi Zola, KPK juga telah menetapkan 13 legislator Jambi sebagai tersangka. Ke-13 orang tersebut terdiri unsur pimpinan DPRD, pimpinan fraksi, anggota, DPRD, dan swasta. Berikut nama-nama mereka:

1. Cornelis Buston, Ketua DPRD 
2. AR. Syahbandar, Wakil Ketua DPRD 
3. Chumaidi Zaidi, Wakil Ketua DPRD
4. Sufardi Nurzain, Fraksi Golkar 
5, Cekman, Fraksi Restorasi Nurani 
6. Tadjudin Hasan, Fraksi PKB 
7. Parlagutan Nasution, Fraksi PPP 
8. Muhammadiyah, Fraksi Gerindra Pimpinan Komisi 
9. Zainal Abidin, Ketua Komisi
10. Elhelwi, anggota
11. Gusrizal, anggota
12. Effendi Hatta, anggota
13. Jeo Fandy Yoesman alias Asiang, swasta.

Para anggota dewan ini diduga aktif meminta 'uang ketok palu' kepada Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola. Masing-masing menerima uang antara Rp 100 juta hingga Rp 600 juta.

Zumi Zola sendiri telah divonis 6 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Jakarta. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top