Drama Djoko Tjandra

Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte Ditolak

publicanews - berita politik & hukumIrjen Napoleon Bonaparte dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, 2 November 2020. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menolak nota keberatan atau eksepsi penasihat hukum mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte.

"Mengadili, satu keberatan tim kuasa hukum terdakwa Irjen Napoleon Bonarparte tidak dapat diterima. Dua menyatakan sah surat dakwaan penuntut umum pada kejaksaan Negeri Jakarta Selatan No/Reg/PDS10/M.1.14/ft.1/10/2020 tanggal 23 oktober 2020 sebagai dasar pemeriksaan," ujar Hakim Ketua Muhammad Damis saat membacakan amar putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (23/11).

Atas putusan tersebut majelis hakim memerintahkan agar perkara penghapusan nama buron Djoko S Tjandra dari daftar pencarian orang (DPO) atau red notice yang menjerat Napoleon dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

"Memerintahkan penuntut umum melanjutkan perkara dengan dengan menghadirkan saksi-saksi," kata hakim.

Tim penasihat hukum Napoleon akhirnya menerima putusan sela tersebut dan meminta agar sidang segera dilanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara.

"Mohon dilanjutkan dengan pokok perkara pemeriksaannya," kata penasihat hukum Napoleon, Santrawan T Pangarang. Adapun JPU meminta waktu 7 hari untuk dapat menghadirkan sejumlah saksi.

Dalam perkara ini Napoleon didakwa menerima suap sebesar 200 ribu dolar Singapura dan 270 ribu dolar AS atau sekitar Rp 6 miliar dari terpidana korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra. Napoleon menerimanya melalui pengusaha Tommy Sumardi, kolega Djoko Tjandra.

Suap itu dimaksudkan agar Napoleon menghapus nama Djoko Tjandra dari DPO yang tercatat pada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Dalam eksepsinya, Napoleon membantah dakwaan. Melalui kuasa hukumnya Napoleon menyebut dakwaan tersebut rekayasa. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top