KPK Telusuri Kembali Proses Awal Proyek e-KTP

publicanews - berita politik & hukumPlt Jubir KPK Ali Fikri. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK agaknya ingin menelusuri kembali proses awal bergulirnya proyek e-KTP. Pemeriksaan mantan Ketua Komisi II DPR 2009–2014 Chairuman Harahap hari ini masih terkait soal penganggaran proyek di bawah Kementerian Dalam Negeri tersebut.

"Terkait dengan jabatan Ketua Komisi II DPR pada saat penyusunan dan pengesahan anggaran dalam rangka pengadaan e-KTP oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/10).

Sementara pemeriksaan staf Peneliti Pengembangan dan Rekayasa Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi – BPPT Gembong Satrio Wibowanto, penyidik meminta keterangan soal kedudukannya sebagai anggota Tim Teknis pengadaan e-KTP.

Baik Chairuman maupun Gembong dimintai keterangan untuk tersangka mantan Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PRNI) Isnu Edhi Wijaya.

Isnu adalah tersangka baru dalam proyek yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu. Ia menyusul anggota DPR 2014-2019 Miriam S Hariyani, Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos, dan Husni Fahmi dari BPPT.

KPK menduga Isnu bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong menemui mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto untuk memenangkan proyek KTP elektronik.

Dalam proyek Kemendagri beranggaran Rp 5,9 triliun tersebut Konsorsium PNRI merupakan pemenang lelang. Konsorsium beranggotakan PNRI, PT Sucofindo, PT LEN, PT Quadra Solution, dan PT Sandipala Arthaputra. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top