Dua Pejabat Kemendagri Diperiksa dalam Kasus e-KTP

publicanews - berita politik & hukumEks Dirut PNRI Isnu Edhi Wijaya (kemeja putih). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap dua pejabat Kemendagri dalam penyidikan megakorupsi proyek e-KTP. Keduanya adalah Kasubdit Wilayah II Direktorat Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil (BAKPS) Ditjen Dukcapil Lydia Ismu Martyati Anny Miryanti dan PNS Dukcapil Handoyo Subagyo.

Keduanya diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan mantan Direktur Utama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Isnu Edhi Wijaya.

"Diperiksa untuk tersangka ISE," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (26/10).

Isnu Edhi Dicecar Peran Aktifnya Memenangkan Konsorsium PNRI

Isnu adalah tersangka baru dalam proyek yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu. Ia menyusul anggota DPR 2014-2019 Miriam S Hariyani, Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos, dan Husni Fahmi dari BPPT.

KPK menduga Isnu bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong menemui mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto untuk memenangkan proyek KTP elektronik.

Dalam proyek Kemendagri beranggaran Rp 5,9 triliun tersebut Konsorsium PNRI merupakan pemenang lelang. Konsorsium beranggotakan PNRI, PT Sucofindo, PT LEN, PT Quadra Solution, dan PT Sandipala Arthaputra. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top