Pencucian Uang

KPK Dalami Aliran Uang Hasil Kebun Sawit Nurhadi

publicanews - berita politik & hukumEks Sekretaris MA Nurhadi Abdurahman dan menantunya Rezky Herbiyono. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK mendalami pihak-pihak yang turut menikmati hasil perkebunan kelapa sawit milik Nurhadi. Kebun tersebut diduga dibeli oleh eks Sekretaris MA itu dari hasil suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung.

Informasi tersebut digali penyidik dari saksi Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Medan Hilman Lubis dan PNS Jumadi.

"Penyidik menggali pengetahuan kedua saksi mengenai dugaan aliran dana hasil perkebunan kebun sawit yang dinikmati oleh tersangka dan pihak-pihak lainnya," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9) malam.

KPK telah menyita dua lahan perkebunan kelapa sawit Nurhadi di Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara. Masing-masing seluas 33 ribu hektar dan 530,8 hektar. Penyidik menduga aset yang diatasnamakan pihak lain tersebut merupakan bagian dari akal Nurhadi untuk menyamarkan harta haramnya.

Berdasarkan data yang dimiliki ICW dan Lokataru, Nurhadi memiliki kekayaan yang tidak wajar. Beberapa aset yang dicurigai adalah tujuh bidang tanah dan bangunan dengan nilai ratusan miliar rupiah, empat lahan usaha kelapa sawit; delapan badan hukum, 12 unit obil mewah, dan 12 jam tangan mewah

KPK menyangka Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar. Suap berasal dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi. Pertama penanganan perkara perdata MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Nurhadi melalui Rezky diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT sebagai imbalan telah 'mengurus' perkara mereka. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top