Mafia Kasus

KPK Kebut Berkas Suap dan Gratifikasi Nurhadi

publicanews - berita politik & hukumNurhadi Abdurahman. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK kembali memanggil Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Medan Hilman Lubis untuk penyidikan untuk kasus suap dan gratifikasi eks Sekretaris MA Nurhadi Abdurahman.

Selain Hilman, hari ini penyidik juga memanggil dua saksi lainnya, yakni PNS Jumadi dan pensiunan pegawai PTPN X Maskan Prabowo.

Pemanggilan para saksi ini untuk mematangkan berkas penyidikan Nurhadi yang akan segera dilimpahkan ke penuntutan. "Iya, rencana dijadwalkan minggu depan," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9).

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp 46 miliar sepanjang 2011-2016. Uang tersebut berasal dari pemilik PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Uang itu untuk mengurus sejumlah kasus perdata yang melibatkan perusahaan MIT.

Tercatat ada tiga sumber suap dan gratifikasi Nurhadi. Pertama, melibatkan MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kedua, pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp 33,1 miliar.

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan jumlah total Rp 12,9 miliar.

Gratifikasi terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top