Suap Proyek Infrastruktur

Eks Kadis PUPR Lamsel Hermasyah Hamidi Tersangka

publicanews - berita politik & hukumKonfrensi pers penetapan tersangka eks Kadis PUPR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/9) petang. (Foto: Humas KPK)
PUBLICANEWS, Jakarta - Eks Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Hermansyah Hamidi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan 2016 dan 2017. Hermansyah saat ini menjabat Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lamsel.

"Setelah dilakukan pengumpulan informasi dan data, ditemukan bukti permulaan yang cukup yang selanjutnya KPK meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dengan menetapkan HH sebagai tersangka," ujar Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/9).

Hermasyah ditahan di Rutan Negara Cabang KPK Jalan Kuningan Persada Kav.4, Jakarta Selatan, untuk 20 hari ke depan.Terhitung 24 September sampai dengan 13 Oktober 2020.

Karyoto menjelaskan, kasus ini merupakan pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) pada 27 Juli 2018. Saat itu KPK menetapkan empat orang tersangka, yaitu pemilik CV 9 Naga Gilang Ramadhan sebagai pemberi suap.

KPK Geledah Kantor Bupati Lamsel

Sedangkan sebagai penerima suap yaitu mantan Bupati Lamsel Zainudin Hasan, mantan anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho, dan eks Kepala Dinas PUPR Lamsel Anjar Asmara.

"Saat ini, seluruh tersangka tersebut telah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang dan perkaranya telah mempunyai kekuatan hukum tetap dengan vonis antara 2 tahun 3 bulan sampai dengan 12 tahun penjara," Karyoto menjelaskan.

Adapun Hermansyah disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top