Suap Komisioner KPU

Nama Harun Masiku Hilang dari Tuntutan Jaksa, Kasus Sampai di Sini?

publicanews - berita politik & hukumEks caleg PDIP untuk Pemilu Leguislatif 2019 Harun Masiku. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Nama mantan caleg PDIP Harun Masiku tidak disebut-sebut dalam amar tuntutan Jaksa KPK terhadap terdakwa eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Jaksa mencantumkan nama Saeful Bahri sebagai pemberi dalam perkara pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menilai 'penghilangan' nama Harun yang masih buron itu memunculkan spekulasi bahwa KPK memang tidak berniat untuk menuntaskan kasus ini.

"Memang (KPK) ini tidak ingin menuntaskan dan kalau perlu dilokalisir cukup sampai di sini," ujar Boyamin Saiman saat dikonfirmasi Publicanews, Rabu (5/8).

Padahal, menurut Boyamin, Harun Masiku saat itu bisa ditangkap di kamus Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sayangnya, ia menambahkan, pimpinan KPK tidak mem-back up tim yang mendapat halangan pada waktu itu.

Dengan sikap pimpinan KPK tersebut, Boyamin meyakini Harun akan selamanya tidak dapat ditangkap. "Jadi apapun, kalau tanggapanku, ya paling tidak KPK memang tidak ingin menuntaskan. Sedikit ada dugaan-dugaan mengaburkan peran dan kemudian ya nanti hilang dan akan tertutup oleh kasus-kasus yang lain," kata Boyamin.

Dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/8), Jaksa KPK menyatakan Wahyu menerima suap total Rp 600 juta dari Saeful Bahri, seorang staf dari kantor DPP PDIP. Padahal, Saeful hanya perantara suap.

Padahal dalam uraian unsur menerima hadiah atau janji disinggung adanya peran Harun Masiku sebagai pemberi uang dalam perkara ini. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top