Djoko Tjandra Diserahkan ke Kejagung untuk Dieksekusi

publicanews - berita politik & hukumDjoko Tjandra meneken berita acara penyerahannya kepada Kejaksaan Agung di lobi Bareskrim Mabes Polri, Jumat (31/7) malam. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bareskrim Polri menyerahkan terpidana koruptor Djoko Tjandra ke Kejaksaan Agung, malam ini. Kasus buron pengalihan hak tagih Bank Bali ini merupakan wewenang Korps Adhyaksa.  

"Pukul 21.00 WIB penyerahan Djoko Tjandra dari Bareskrim Polri ke Kejaksaan," ujar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan, Jumat (31/7) malsm.

Penyerahan Djoko Tjandra disaksikan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo. Djoko telah menjalani swab test Covid-19 sebelum diserahkan. "Hasilnya negatif, itu hasil dari swab," kata Awi.

Kejagung kemudian langsung mengeksekusi Djoko dengan menahannya di Rutan Salemba cabang Mabes Polri di Gedung Mabes Polri.

Djoko Tjandra divonis 2 tahun penjara dalam sidang banding di Mahkamah Agung pada 2009, namun ia kabur.

Awi menjelaskan, meski telah diserahkan dan dieksekusi Kejagung, polisi tetap melakukan penyidikan terhadap taipan pemilik Mulia Group itu. "Sehingga yang bersangkutan dititipkan di Rutan Salemba cabang Mabes Polri, agar mempermudah penyidikan," ujar Awi.

Menurut Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Ali Mukartono, setelah Djoko Tjandra di tangan Kejaksaan, maka proses hukum langsung dipercepat.

"Dengan ini maka tugas kejaksaan selesai, status yang bersangkutan dari terpidana kini menjadi warga binaan," Ali menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top