Komjak Bakal Usut Dugaan eks Jampidsus Terima Duit Kemenpora

publicanews - berita politik & hukumKetua Komisi Kejaksaan Barita LH Simanjuntak. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Kejaksaan (Komjak) bakal meminta keterangan Miftahul Ulum, terdakwa kasus suap dana hibah KONI di Kemenpora atas pernyataannya ada oknum Kejaksaan menerima duit haram. Ketua Komjak Barita Simanjuntak mengatakan, pemeriksaan ini untuk mendalami dugaan mantan Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman menerima Rp 7 miliar.

"Iya itu yang kita mau dalami langsung dari yang bersangkutan, kan selama ini ada pemberitaan, informasi. Kita mau kita dalami," ujar Barita di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).

Keterangan Ulum nantinya akan menjadi bahan pertimbangan Komjak. Namun Barita belum bisa memutuskan langkah yang akan diambil, misalnya apakah perlu juga meminta keterangan Adi.

"Kan kita baru meminta keterangan, kita belum tahu apa yang disampaikan yang bersangkutan. Kita mintain, kita dalami, setelah itu kita analisis apa langkah-langkah lanjutan," katanya. "Kan sumber informasi pertama dari M Ulum, kita pastikan dulu keterangannya seperti apa," ia menambahkan.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, 15 Mei 2020, Ulum mengatakan Adi Toegarisman kecipratan Rp 7 Miliar untuk mengamankan bila ada pemanggilan kasus suap dana hibah KONI di Kejaksaan Agung. Kemudian Achsanul Qosasi kecipratan Rp 3 miliar terkait temuan BPK terhadap Kemenpora. Namun belakangan Ulum meminta maaf atas pernyataannya tersebut. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top