Polri Tak Hadiri Sidang Gugatan Istri dan Anak Ruslan Buton

publicanews - berita politik & hukumIstri Ruslan Buton, Erna Yudhiana (44), menunggu sidang gugatannya di PN Jakarta Selatan, Senin (6/7). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Gugatan praperadilan Ruslan Buton telah ditolak pada akhir Juni lalu. Kemarin, giliran Istri dan anaknya yang mempersoalkan penangkapan, penggeledahan, dan penetapan tersangka terhadap eks Kapten Infanteri itu

Sidang perdana yang diajukan istri Ruslan Buton, Erna Yudhiana (44), sedianya digelar di Pengadilan Negri Jakarta Selatan, Senin (6/7). Tetapi pihak termohon, yaitu Mabes Polri, tidak hadir.

"Pihak kepolisian dalam hal ini kepolisian kuasa hukumnya tidak hadir tanpa alasan," kata tim kuasa hukum Ruslan Buton, Hendri Siahaan, Senin.

Erna hadir menggunakan kursi roda. Ia mengajukan gugatan dengan nomor 73/Pid.pra/2020/PN.Jkt.Sel. Kemudian, anak Ruslan juga mengajukan praperadilan dengan nomor 75/Pid.pra/2020/PN.Jkt.Sel.

Ruslan melalui kuasa hukumnya, Tonin Tachta Singarimbun mengajukan kembali gugatan praperadilan atas nama Ruslan Buton, istri, dan anaknya.

Diketahui, Ruslan Buton ditangkap oleh tim gabungan TNI dan Bareskrim Polri di rumah orangtuanya di Jalan Poros, Pasar Wajo Wasuba, Dusun Lacupea Desa Wabula 1, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Penangkapan terjadi 10 hari setelah ia menyebarkan rekaman suara membacakan surat terbuka agar Presiden Joko Widodo mundur untuk menghindarkan pertumpahan darah akibat revolusi. Rekaman yang kemudian viral itu semula hanya ia unggah di grup WhatsApp Serdadu eks Trimatra Nusantara di mana ia mengklaim diri sebagai panglima.

Ruslan dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang dilapis dengan Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan transaksi Elektronik (ITE). Ia terancam dengan hukuman pidana enam tahun dan atau Pasar 207 KUHP, dapat dipidana dengan ancaman penjara dua tahun. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top