Pengacara Bantah Lindungi Buron Djoko Tjandra

publicanews - berita politik & hukumKuasa hukum buron Djoko Tjandra, Andi Putra Kusuma, di PN Jakarta Selatan. (Foto: medcom)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengacara buron kasus cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra, Andi Putra Kusuma, menegaskan ia tidak menyembunyikan pemilik Mulia Group tersebut. Menurutnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, saat ia mengajukan penunjauan kembali (PK), adalah tempat umum.

"Tim kami bawa ke PN, ini tempat umum. Semua orang bisa bertemu dan melihat. Kalau menyembunyikan kan banyak orang yang melihat di PN ini," katanya di PN Jakarta Selatan, Senin (6/7).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuomo bersama Tim Advokasi Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) berniat melaporlan Djoko dan pengacaranya karena telah melindungi atau menyembunyikan buron Kejasaan sejak 2009 itu.

Namun Andi membantah kliennya sudah tidak masuk daftar pencarian orang (DPO). Ia merujuk pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, bahwa Djoko telah dicoret dari daftar red notice interpol sejak 2014.

"Siaran pers dari Kumham, Pak Djoko kemudian kemarin pada 27 Juni baru sebagai DPO lagi oleh imigrasi. Red notice dan juga cekal di imigrasi. Baru dipasang lagi di tanggal 27," ujar Andi.

Diketahui, Djoko Tjandra pada 8 Juni 2020 mendatangi PN Jakarta Selatan untuk mendaftarkan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) putusan Mahkamah Agung. Djoko menggunakan KTP barunya dengan nama Joko, tanpa huruf 'D' di depannya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top