KPK Setorkan Uang dari Penerima Suap Anak Perusahaan Podomoro

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK telah menyetorkan uang ke kas negara dari pembayaran denda uang pengganti kasus korupsi pada Rabu (1/7). Total uang adalah Rp 800 juta dari terpidana Elfin MZ Muhtar dan Nurlatifah.

"Jaksa Eksekusi KPK Andry Prihandono, Rabu (1/7), telah melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor Palembang Nomor 33/Pid.Sus-Tpk/2019/PN.Plg tanggal 28 April 2020 atas nama terdakwa A. Elfin MZ Muhtar," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Minggu (5/7).

Uang yang disetorkan ke kas negara berupa pembayaran denda Rp 200 juta dan pembayaran uang pengganti Rp 300 juta.

Elfin Muhtar adalah Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Muara Enim. Ia terpidana perantara suap Bupati nonaktif Ahmad Yani dalam mengatur pembagian fee proyek di Kabupaten Muara Enim.

Hakim menyatakan Elfin terbukti menerima suap dari Robi Okta Fahlefi sebesar Rp 1 miliar, tanah senilai Rp 2 miliar di wilayah Tangerang, dan sepasang sepatu basket seharga Rp 25 juta.

Pada hari yang sama Jaksa Eksekutor KPK Leo Sukoto Manalu juga melaksanakan putusan MA bernomor: 2864 K/Pid.Sus/2015 tanggal 13 Januari 2016 dengan menyetor ke kas negara pembayaran denda Rp 300 juta dari terpidana Nurlatifah.

Hakim menyatakan Nurlatifah bersama-sama mantan Bupati Karawang Ade Swara dinyatakan terbukti bersalah menerima suap Rp 5 miliar dari PT Tatar Kertabumi. Penyuap, anak perusahaan Agung Podomoro, tengah mengurus pembuatan SPPR untuk mal di wilayah Karawang.

"KPK akan terus memaksimalkan pemasukan bagi kas negara melalui asset recovery dari hasil tindak pidana, diantaranya dengan penagihan uang denda maupun uang pengganti terhadap para terpidana dan kemudian melakukan penyetoran ke kas negara," Ali menjelaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top