Suap Impor Ikan

Eks Dirut Perindo Risyanto Suanda Resmi Huni LP Sukamiskin

publicanews - berita politik & hukumEks Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda dieksekusi penahanannya ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Risyanto merupakan terdakwa kasus suap dan gratifikasi dalam persetujuan impor ikan salem.

"Pada hari Kamis (2/7) Jaksa Ekseskusi KPK Rusdi Amin telah melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta Nomor 08/Pid.Sus/TPK/2020/ PN. Jkt. Pst tanggal 17 Juni 2020 atas nama terdakwa Risyanto Suanda yang telah berkekuatan hukum tetap," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Minggu (5/7).

Risyanto divonis 4,5 tahun penjara denda Rp 250 juta subsider tiga bulan kurungan serta pidana tambahan berupa uang pengganti Rp 1.244.799.300. Hakim menyatakan Risyanto terbukti menerima suap 30 ribu dolar AS dari Direktur Utama PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa.

Suap sebagai imbalan lantaran Risyanto menyetujui Mujib Mustofa mengimpor frozen pacific makarrel/Scomber Japonicus (ikan salem).

Perindo adalah BUMN perikanan yang dapat mengajukan Rekomendasi Pemasukan Hasil Perikanan (RPHP) kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai syarat untuk mendapatkan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan.

Sementara terkait gratifikasi, Risyanto dinyatakan terbukti menerima 30 ribu dolar AS dan 80 ribu dolar Singapura dari tiga pengusaha. Pertama dari komisaris PT Inti Samudera Hasilindo Alexander Anthony melalui Mohamad Saefullah alias Ipul di Hotel Gran Melia Jakarta.

Kedua, Risyanto menerima 30 ribu dolar Singapura secara bertahap dari pengusaha rintisan atau start up aplikasi perikanan Desmond Previn. Pemberian uang itu atas permintaan Risyanto.

Risyanto juga terbukti menerima 50 ribu dolar Singapura dari Direktur Utama PT Yfin Internasional Juniusco Cuaca alias Jack Hoal alias Jack Yfin. Pemberian uang itu juga atas permintaan Risyanto.

Selain gratifikasi uang, Risyanto juga menerima barang dari sejumlah pihak. Diantaranya 1 tas selempang merk Louis Vuitton warna hitam, 1 tas tangan merk Louis Vuitton, 1 cincin, dan 1 jam tangan merk Frederique Constant Geneve.

Mengenai uang pengganti sejumlah Rp 1,2 miliar, KPK baru menerima Rp 200 juta yang telah disetorkan ke rekening KPK. KPK juga telah melelang 1 tas selempang Louis Vuitton, 1 tas merah marun merk Louis Vuitton, 1 cincin dengan 8 mata, dan 1 jam tangan merk Frederique Constant Geneve.

Bila Risyanto tak dapat membayar uang pengganti dalam satu bulan pasca perkaranya berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top