Diterbangkan dari Samarinda, Penyuap Bupati Kutim Ditahan KPK

publicanews - berita politik & hukumBupati Kutai Timur Ismunandar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/7) malam. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Salah satu tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Kutai Timur (Kutim) Deky Aryanto akhirnya dibawa ke Jakarta pada Sabtu (4/7). Rekanan proyek pengadaan barang dan jasa di Pemkab Kutim itu telah menjalani pemeriksaan awal pada Jumat (3/7) di Mapolres Samarinda, Kalimantan Timur.

Deky merupakan rekanan yang menyuap Bupati Kutim Ismunandar.

"Hari ini pukul 10.45 Wita, DA dibawa ke Jakarta dan sekitar pukul 12.30 WIB, telah tiba di kantor KPK untuk proses lebih lanjut. Saat ini tersangka sedang menjalani pemeriksaan," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7) siang.

Setelah selesai pemeriksaan, ujar Ali, rencananya tersangka segera dibawa ke rutan Mapolres Jakarta Pusat. Ia akan menjalani isolasi mandiri lebih dahulu guna memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ali menjelaskan, peran tersangka Deky selaku rekanan Dinas Pendidikan Kutim adalah memberikan uang Rp 2,1 miliar kepada Bupati Ismunandar melalui Kepala Bapenda Musyaffa dan Kepala BPKAD Suriansyah.

KPK akhirnya resmi menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek yang didanai APBD 2019 sampai dengan 2020.

Sebagai penerima suap adalah Bupati Kutim Ismunandar sekaligus istrinya yang juga merupakan Ketua DPRD Kutim Timur Encek Unguria Firgasih, Kepala Bapenda Musyaffa, Kepala BPKAD Suriansyah dan Kadis PU Aswandi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top