Buron Koruptor

Djoko Tjandra Lolos, MAKI Akan Laporkan Imigrasi ke Ombudsman

publicanews - berita politik & hukumBuron kasus cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra. (Foro: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) berencana melaporkan dugaan maladministrasi yang dilakukan Ditjen Imigrasi atas kedatangan buron Djoko Soegiarto Tjandra. Terpidana kasus cassie Bank Bali itu ke Indonesia pada 8 Juni 2020 lalu.

"Kami akan segera melaporkan kepada Ombusdman RI guna menelusuri mal administrasi atas bobolnya sistem kependudukan dan pasport pada sistem imigrasi yang diperoleh Djoko S Tjandra," ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7).

Boyamin mengingatkan, berdasarkan pemberitaan media massa, Djoko S Tjandra pada 8 Juni 2020 mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Jakarta Selatan. Pemilik Mulia Group itu kabur dari Indonesia pada 2009 dan telah berpindah kewarganegaraan Negara Papua Nugini (PNG).

Jejak Licin Djoko Tjandra Hingga Hampiri Meja Jokowi

Ia pun mengganti Djoko menjadi Joko melalui proses di Pengadilan Negeri di Papua. Perubahan tersebut menjadikan data dalam pasport tidak terdeteksi oleh Imigrasi. Hal ini pernah dibenarkan oleh Menkumham Yasona Laoly bahwa tidak ada data pada imigrasi atas masuknya nama Djoko S Tjandra.

"Jika mengacu Djoko S Tjandra telah kabur dan buron sejak 2009 dan pasport hanya berlaku 5 tahun, maka semestinya sejak 2015 Djoko S Tjandra tidak bisa masuk Indonesia atau jika masuk Indonesia mestinya langsung ditangkap petugas Imigrasi karena pasportnya telah daluarsa," Boyamin menjelaskan.

Mengacu pada nama barunya, maka upaya hukum PK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan seharusnya tidak dapat diterima karena identitasnya berbeda dengan putusan persidangan dalam perkara hak tagih Bank Bali. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top