Suap Dana Hibah KONI

Jelang Putusan, KPK Berharap Imam Divonis Sesuai Tuntutan

publicanews - berita politik & hukumEks Menpora Imam Nahrawi. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi akan menghadapi sidang putusan atas perkara dugaan suap dana hibah kepada KONI melalui Kemenpora.

"Benar, hari ini, sesuai jadwal persidangan adalah putusan majelis hakim atas perkara atas nama terdakwa Imam Nahrawi," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (29/6).

KPK berharap majelis hakim mempertimbangkan fakta hukum yang terurai dalam tuntutan Jaksa. Dalam tuntutan, Jaksa meminta Imam dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. Plus membayar uang pengganti Rp 19,1 miliar serta pencabutan hak politik.

Imam Nahrawi Dituntut 10 Tahun dan Mengganti Uang Korupsi Rp 19 M

Jaksa meyakini Imam terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap Rp 11,5 miliar bersama-sama dengan asisten pribadinya Miftahul Ulum. Suap berasal dari Sekretaris Jenderal  KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum Johnny E Awuy melalui Miftahul. Suap untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah 2018.

Jaksa juga meyakini politikus PKB itu bersama-sama Miftahul menerima gratifikasi total Rp 8,6 miliar lebih secara bertahap dari sejumlah pihak. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top