KPK Dititipi Dua Tersangka Kasus Korupsi PT Danareksa Sekuritas

publicanews - berita politik & hukummantan Direktur Utama Marciano Hersondrie Herman. (Foto: Investor)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK kembali menerima penitipan dua tahanan dari Kejaksaan Agung, mereka adalah tersangka kasus korupsi di PT Danareksa Sekuritas. Keduanya yakni mantan Direktur Utama Marciano Hersondrie Herman dan mantan Direktur Operasional dan Teknologi Erizal SE bin Sanidjar Ludin.

Plt Jubir KPK Ali Fikri hal ini mengatakan penitipan ini merupakan bentuk sinergitas antara penegak hukum. "Maka melalui Koordinasi dan Supervisi Penindakan (Korsupdak), KPK menerima titipan 2 orang tahanan rutan dari Kejaksaan Agung dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada Debitur PT Evio Securities," ujar Ali Fikri dalam rilisnya, Kamis (4/6).

Kedua tahanan ditempatkan di sel yang berada di Rumah Tahanan Negara Jakarta Timur Cabang KPK pada Gedung KPK Kavling C1 atau gedung lama KPK lama. Kedua tersangka juga telah melakui pemeriksaan kesehatan sebagaimana ketentuan penerimaan tahanan baru dalam situasi Covid-19.

Tes tersebut berupa rapid test. "Dengan hasil non-reaktif, dan kedua tahanan tersebut juga dilakukan isolasi selama 14 hari," Ali menambahkan.

Berdasarkan keterangan pers Kejagung Agustus 2019, kasus yang menjerat keduanya berawal pada 3 Juni 2015. Saat itu Danareksa memberikan fasilitas pembiayaan repo (gadai saham, repurchase agreement) kepada PT Aditya Tirta Renata sebesar Rp 50 miliar.

Pemberian fasilitas tersebut dengan tenor 1 tahun terhitung sejak 3 Juni 2015 sampai dengan 28 Mei 2016. Jaminannya saham PT Sekawan Intipratama Tbk sebanyak 433 juta lembar dengan harga penutupan pada 25 Mei 2015 senilai Rp 231 per saham dan jaminan tambahan aset tetap berupa tanah seluas 5.555 meter persegi.

Sejak Oktober 2015, PT Aditya tidak memenuhi kewajiban membayar bunga dan pokok pinjaman. Sesuai perjanjian, Danareksa dapat melakukan jual paksa saham Aditya dengan kode SIAP.

Ternyata Danareksa tidak melalukan forced sell sampai dengan saham tersebut disuspensi pada 6 November 2015. Diduga terjadi penyimpangan dengan tidak mempedomani Surat Keputusan Komite Pengelola Risiko.

Kejaksaan menjerat empat tersangka, dua lainnya adalah Komisaris PT Aditya Tirta Renata sekaligus pemilik modal pada PT Evio Sekuritas Rennier AR Latief dan Direktur PT Aditya Zakie Mubarak Yos. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top