Mafia Kasus

KPK Panggil Dua Saksi Untuk Penyuap Nurhadi

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua saksi diagendakan penyidik KPK untuk diperiksa dalam kasus suap dan gratifikasi dalam penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada 2011-2016.

Keduanya adalah PNS Pudji Astuti dan wiraswasta Onggang J Napitu. "Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka HSO (Hiendra Soenjoto)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (3/6).

Hiendra adalah Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT). Tersangka penyuap bekas Sekretaris MA Nurhadi Abdurrahman itu masih buron, sedangkan Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono sudah ditangkap pada Senin (1/6) malam.

Dalam perkara ini, KPK menduga Nurhadi menerima suap dan gratifikasi dari Hiendra melalui Rezky. Total uang suap adalah Rp 46 miliar. Suap tersebut untuk mengurus dua perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian perkara perdata sengketa saham MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun gratifikasi, Nurhadi melalui sang menantu dalam periode Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima total Rp 12,9 miliar. Uang untuk penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top