ICW Tuding Firli Tak Serius Tangani Kasus Nurhadi

publicanews - berita politik & hukumFirli Bahuri. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menyoroti Ketua KPK Firli Bahuri yang tidak memimpin konferensi pers penangkapan tersangka mafia peradilan Nurhadi Abdurrahman.

"Hal ini penting, setidaknya untuk menunjukkan keseriusan pimpinan KPK dalam menangani perkara ini," ujar Kurnia saat dikonfirmasi, Selasa (2/6).

Menurutnya, pada kasus-kasus besar yang pernah ditangani KPK, pimpinan KPK seringkali hadir dalam konferensi pers yang terkait langsung dengan elit kekuasaan. Ia mencontohkan penetapan tersangka Setya Novanto pada Juli 2017 yang diikuti langsung oleh Agus Rahardjo.

Kemudian penetapan tersangka Ketua DPD Irman Gusman pada 2016 dan Komjen Budi Gunawan pada 2015 dilakukan oleh Abraham Samad.

Melihat rekam jejak Komjen Firli Bahuri dalam hal akuntabilitas penanganan perkara, Kurnia menambahkan, rasanya hal itu tidak mungkin terealisasi. Dalam perkara sebelumnya saja Firli terkesan menutup-nutupi informasi kepada masyarakat.

"Ambil contoh kejadian dugaan intimidasi pegawai KPK di PTIK dalam kasus yang melibatkan Harun Masiku dan Wahyu Setiawan, praktis sampai saat ini Komjen Firli tidak menginformasikan apa yang sebenarnya terjadi," Kurnia menjelaskan.

Konferensi pers penangkapan Nurhadi dan Rezky Herbiyono dipimpin Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Turut menemani Plt Jubir Ali Fikri dan Deputi Penindakan Karyoto. Konferensi pers digelar secara virtual pada Selasa (2/6) siang. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top