KPK Pastikan Terbuka Kembangkan Kasus Nurhadi

publicanews - berita politik & hukumNurhadi langsung ditahan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6) siang. Di belakangnya adalah tersangka Rezky Herbiyono. (Foto: Humas KPK/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK memastikan akan menelusuri lebih lanjut pihak-pihak yang diduga turut membantu proses pelarian buron mafia peradilan Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan saat ini tim penyidik KPK tengah mendalaminya.

"Apakah selama DPO yang bersangkutan dilindungi atau dibantu, ataupun kemudian difasilitasi oleh pihak-pihak lain. Kalau itu benar dan melanggar pasal 21 maka kepada pihak-pihak tersebut akan ditindak," ujar Ghufron seusai konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (2/6).

Ghufron menambahkan, KPK terbuka atas informasi yang diberikan. Nantinya info tersebut akan dikroscek dengan alat bukti lainnya. KPK juga akan mengembangkan kasus ini lebih lanjut ke tahap dugaan pencucian uang.

"Itu semuanya sangat terbuka dikembangkan ke TPPU, kalau tenyata dugaan hasil tindak pidana korupsinya. Penyembunyian, apapun caranya, untuk menyamarkan asal usul hartanya, yang hasil tindak pidana korupsi kemudian diproses di TPPU. Artinya sangat terbuka," Ghufron menjelaskan.

Dalam perkara ini, KPK menduga Nurhadi menerima suap dan gratifikasi dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Duit ia terima melalui Rezky.

Nurhadi dan Rezky disangkakan menerima total Rp 46 miliar dalam kasus mafia perkara di MA tahun 2011-2016. Suap tersebut untuk mengurus dua perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian perkara perdata sengketa saham MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun gratifikasi, Nurhadi melalui sang menantu dalam periode Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima total Rp 12,9 miliar. Uang untuk penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top