Mafia Kasus

Perjalanan Buron Nurhadi dan Menantu Berakhir di Rutan C1 KPK

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers virtual penangkapan buron Nurhadi dan Rezky Herbiyono (rompi oranye) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6) siang. (Foto: Youtube)
PUBLICANEWS, Jakarta - Perjalanan buron bekas Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrahman dan menantunya Rezky Herbiyono berakhir di Rutan Kavling C1 KPK. Keduanya dijebloskan ke penjara dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016.

Nurhadi dan Rezky ditahan untuk 20 hari pertama. "Terhitung sejak 2 Juni sampai dengan 21 Juni 2020, masing-masing di Rumah Tahanan KPK Kavling C1," ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (2/6).

Nurhadi dan Rezky sempat ditampilkan dalam konferensi pers tersebut, namun hanya sebentar lantaran Ghufron menyebut penyidik KPK masih memerlukan keterangan keduanya. "Karena memang proses pemeriksaan masih berlangsung," katanya.

Ghufron mengungkapkan kontruksi singkat perkara ini. Ia mengatakan penangkapan Nurhadi merupakan pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 20 April 2016 di Jakarta. KPK sebelumnya telah menetapkan 4 tersangka, yaitu Doddy Ariyanto Supeno, Edy Nasution, Eddy Sindoro, dan Lucas. Perkara keempatnya telah berkekuatan hukum tetap.

Nurhadi dan menantu diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan pengurusan perkara perdata PT MIT vs PT KBN kurang lebih sebesar Rp 14 miliar. Kemudian sengketa saham MIT sekitar Rp 33,1 miliar. Lalu gratifikasi terkait dengan perkara di pengadilan kurang lebih Rpv12, 9 miliar.

"Sehingga akumulasi yang diduga diterima kurang lebih sebesar Rp 46 miliar," Ghufron menjelaskan.

KPK menjerat Nurhadi dan Rezky dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidairr Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top