Buron Nurhadi Ditangkap di Simprug, KPK Imbau Penyuapnya Serahkan Diri

publicanews - berita politik & hukumBekas Sekretaris MA Nurhadi. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Buron tersangka kasus mafia peradilan Nurhadi Abdurrahman dan menantunya Rezky Herbiyono ditangkap di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6) malam. KPK tidak bisa memastikan apakah rumah tersebut milik Nurhadi.

"Tidak terkonfirm kalau rumah yang bersangkutan, yang jelas saat pnggeledahan disana ada tersangka NHD dan RH besera istri dan anak-anaknya serta pembantu," ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango saat dikonfirmasi, Selasa (2/6).

Dengan tertangkapnya Nurhadi dan Rezky, berarti tinggal satu tersangka lagi yang buron dalam kasus dugaan pengaturan perkara di lingkungan peradilan. Buron terebut adalsh Dirut PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Nawawi mengimbau Hiendra segera menyerahkan diri. "Karena terus brsembunyi akan semakin menyulitkan yang bersangkutan dan KPK akan terus memburunya," Nawawi menegaskan.

Dalam perkara ini, KPK menduga Nurhadi menerima suap dan gratifikasi dari Hiendra melalui Rezky. Total Nurhadi dan Rezky menerima Rp 46 miliar. Suap tersebut mereka terima untuk mengurus dua perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian perkara perdata sengketa saham MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun gratifikasi, Nurhadi melalui sang menantu dalam periode Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima total Rp 12,9 miliar. Uang untuk penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top