Suap PAW DPR

KPK Masih Pelajari Vonis Saeful Bahri

publicanews - berita politik & hukumPlt Jubir KPK Ali Fikri. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK belum menentukan sikap menyusul putusan terdakwa kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR Saeful Bahri. Oleh hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, kader PDIP itu divonis 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 150 juta subsider empat bulan kurungan.

"Sikap JPU KPK adalah masih pikir-pikir dalam jangka waktu sebagaimana yang ditentukan hukum acara pidana," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri, Minggu (31/5)

KPK juga masih menunggu putusan lengkap perkara ini untuk dipelajari lebih lanjut. Jaksa akan melakukan analisis Jaksa terhadap fakta-fakta hukum dan pertimbangan majelis hakim.

"Apabila ditemukan dua alat bukti permulaan yang cukup adanya dugaan keterlibatan pihak lain, maka tentu akan ditindaklanjuti," ujar Ali.

Dalam putusannya, hakim menyatakan Saeful Bahri bersama Harun Masiku terbukti menyuap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebesar 19 ribu dolar Singapura dan 38.350 dolar Singapura, atau total setara Rp 600 juta.

Uang tersebut diberikan secara bertahap kepada Wahyu dan eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridellina. Tujuannya agar Wahyu Setiawan mengupayakan KPU menyetujui permohonan PAW dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR Fraksi PDIP Daerah Pemilihan Sumatera Selatan 1 kepada Harun Masiku. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top