KPK Setorkan Rp 1,1 M ke Negara dari Aset eks Pejabat Kementerian PUPR

publicanews - berita politik & hukumKepala Satuan Kerja Tanggap Darurat Permukiman Pusat PUPR Teuku Moch Nazar (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK kembali melakukan pemulihan aset hasil korupsi atau asset recovery. Kali ini adalah harta milik terpidana kasus suap proyek pembangunan sistem pengendalian air minum (SPAM) pada Kementerian PUPR Teuku Mochamad Nazar.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, Jaksa Eksekutor Andry Prihandono berhasil menyetor uang ke kas negara dari aset mantan Kepala Satuan Kerja Tanggap Darurat Permukiman Pusat PUPR tersebut.

"KPK melalui Jaksa Eksekusi secara bertahap melakukan penagihan dan penyetoran uang pengganti dengan total Rp 6,4 miliar atas nama terpidana Teuku Mochamad Nazar ke kas negara," ujar Pelaksana tugas Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5).

Penyetoran uang dilakukan secara bertahap, yakni pada 26 November 2019 sebesar Rp 300 juta, kemudian 27 Januari 2020 sejumlah Rp 400 juta, dan 18 Mei 2020 sebanyak Rp 400 juta.

"Sehingga total penyetoran ke kas negara hingga saat ini sebesar Rp 1,1 miliar," Ali menjelaskan. Sisa Rp 5,358 miliar, ia menambahkan, KPK akan tetap menagihnya kepada Mochamad Nazar.

Nazar di vonis penjara 6 tahun dan denda Rp 250 juta pada 7 Agustus 2019 lalu. Hakim juga mewajibkan Nazar membayar uang pengganti Rp 6,458 miliar subsider 2 tahun penjara.

Nazar terbukti menerima Rp 6,711 miliar dan 33 ribu dolar AS (setara Rp500 juta) dalam proyek Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Aceh dan Donggala.

Pemberian tersebut berasal Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo dan PT Tashida Sejahtera Perkasa. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top